Seputar Baterai Laptop dan Perawatannya

PENDAHULUAN

Seorang mahasiswa di zaman digital ini dituntut untuk mahir dalam mengoperasikan komputer. Seorang mahasiswa juga disibukkan dengan tugas-tugas yang membutuhkan kegiatan komputasi di dalamnya. Oleh karena itu, mahasiswa membutuhkan perangkat komputasi yang portable untuk menunjang aktivitasnya. Kini telah hadir perangkat PC yang bisa dijinjing, sering disebut dengan nama laptop. Tidak seperti PC tower, laptop menggunakan baterai sebagai sumber dayanya, yang bisa diisi ulang dengan proses charging.

Penggunaan laptop dengan baterai pasti ada batas waktunya. Karena itu, biasanya orang-orang memakai laptop sambil di-charge. Nah, banyak beredar informasi bahwa pemakaian laptop sambil di-charge itu dapat merusak baterai. Bener ngga sih? Mari kita simak pembahasan berikut.

JENIS-JENIS BATERAI LAPTOP

Umumnya, baterai laptop sekarang ini memiliki dua jenis baterai, yaitu lithium-ion based dan lithium-polymer based. Untuk baterai li-ion, karakteristik utamanya adalah baterai tidak ditanam di dalam sasis laptop, sehingga mudah dilepas. Sedangkan baterai li-pol ditanam dalam sasis laptop, sehingga sasis laptop harus dibongkar dahulu untuk mendapatkan baterai. Apa yang ada di dalam kedua jenis baterai ini sama, yaitu elektron-elektron bermuatan listrik.

PENGGUNAAN BATERAI

Dari dua jenis baterai tersebut, sebenarnya tidak ada yang memerlukan perilaku khusus. Yang berbeda dari laptop dari zaman sebelumnya adalah teknologi dari baterai itu sendiri. Baterai zaman sekarang mengenal yang namanya cycle count. Cycle count adalah perhitungan pengisian ulang baterai. Selain itu, baterai laptop sekarang pada dasarnya tidak berpengaruh pada kondisi ketika ia di-cas atau tidak, tetapi lebih kepada suhu baterai. Pemakaian berat akan mempengaruhi suhu baterai, sehingga umur baterai bisa berubah. Nah, kali ini penulis akan menyampaikan beberapa tips tentang pemakaian baterai laptop, sehingga mahasiswa bisa mengukur sudah seberapa nyawa laptopnya.

  1. Nyawa sebuah baterai laptop bergantung pada dua hal, yaitu cycle count dan suhu baterai ketika pemakaian. Maksud cycle count sudah dijelaskan sebelumnya. Sekarang bagaimana menghitung cycle count? Misalkan anda memiliki baterai li-pol dengan cycle count Penghitungan dimulai ketika anda mengisi baterai sampai 100% (penulis belum menemukan baterai yang terisi penuh ketika baru dibeli). Misalkan isi awal baterai 70%. Berarti selisih isi baterai sampai kondisi penuh adalah 30%. Kemudian anda memakai laptop dari kondisi penuh hingga 10%, lalu diisi sampai penuh lagi. Ada selisih 90%. Berarti perhitungan cycle count adalah 30+90=120%, yang kalau dikonversikan ke cycle count berarti baru 1,2 cycle. Bisa dikatakan cycle count adalah jumlah kapasistas baterai yang terisi saat di-cas dan dihitung secara kumulatif.
  2. Yang kedua adalah suhu baterai. Memakai laptop yang ideal sebenarnya pada suhu ruangan (<200C). Semakin panas suhu baterai, menyebabkan elektron pada baterai tidak dapat bekerja optimal. Selama pemakaian, bukan hanya suhu ruangan yang diperhatikan, tetapi juga suhu didalam sasis laptop. Untuk mengetahuinya, anda bisa menginstall aplikasi yang dapat mendeteksi suhu laptop anda.
  3. Pemakaian sambil di-cas sebenarnya mempengaruhi suhu laptop. Ketika baterai sudah full, charger tidak mengisi baterai, tetapi mengalirkan listrik langsung ke motherboard, sambil mengalirkan panas. Tips dari penulis, jika mau menggunakan laptop sambil di cas, gunakan dalam ruangan dengan suhu ideal. Pemakaian sambil di cas berarti membuat elektron baterai tidak bekerja. Hal ini dapat memperpendek umur baterai juga. Tips dari penulis, sebaiknya menggunakan laptop sambil di cas dilakukan saat kalibrasi baterai saja.
  4. Anda juga bisa mengakali cycle count baterai dengan proses charging. Misalnya, anda menggunakan laptop sampai baterai tersisa 50%, kemudian memakainya sambil di-cas. Namun penulis sarankan untuk memakai cara ini dalam kondisi yang ideal, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.
  5. Jangan sekali-kali anda memakai laptop dengan baterai dilepas dan laptop langsung di-cas. Bila dilakukan, dapat memperpendek umur motherboard laptop anda. Jika motherboard laptop sudah rusak, pilihan terbaik bagi anda adalah membeli laptop yang baru.

KALIBRASI BATERAI LAPTOP

Semua jenis baterai rechargeable membutuhkan perawatan yang dinamakan kalibrasi, bisa disebut servis berkala, atau maintenance juga bisa. Caranya adalah seperti berikut:

  1. Gunakan laptop anda sampai baterai habis dan laptop masuk mode sleep secara otomatis.
  2. Diamkan laptop sejenak, pastikan suhu baterai kembali normal sebelum masuk tahap selanjutnya
  3. Kemudian, charge baterai sampai penuh, lalu diamkan selama + 2 jam.
  4. Setelah itu, lepas charger dan gunakan laptop seperti biasa.

Sebaiknya lakukan kalibrasi baterai 1 atau 2 bulan sekali. Saran penulis, lakukan kalibrasi baterai pada malam hari, karena membutuhkan waktu lama.

Nah, demikian tips dari penulis tentang perawatan baterai laptop. Selamat mencoba

Sumber: Wawancara dengan beberapa ahli hardware komputer