Gunakan IT Sebagai Antisipasi Hoax

Hai readers! Salam Sehat untuk kita semua. Di masa pandemi seperti ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. Untuk mengisi waktu luang, kita pasti sering melihat berita melalui televisi maupun melalui gawai masing-masing. Nah temen-temen pembaca juga harus menyaring berita yang kalian baca karena suatu berita harus memiliki fakta yang mendasari berita tersebut. Jika suatu berita tidak memiliki fakta dan data pendukung yang valid maka berita tersebut dapat dikatakan berita hoax (dalam Bahasa Inggris) atau berita palsu.

Menurut KBBI, hoaks berarti berita bohong atau berita tidak bersumber. Hoaks biasanya ditujukan untuk menjatuhkan nama baik seseorang, memprovokasi, memfitnah dan menjelekkan sesuatu, seseorang maupun instansi. Hal tersebut dapat menimbulkan perselisihan dan keributan, bahkan dapat menghancurkan suatu negara. Untuk itu, penggunaan IT secara bijak sangat berperan penting dalam mengantisipasi hoaks. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan ketika menyebarkan suatu berita:

  1. Perhatikan sumber berita

Setelah membaca berita baik yang berasal dari media sosial, buku, dan terutama dari internet, pastikan mencari tahu dari mana asal sumber informasi tersebut lebih dulu.

  1. Jangan mudah percaya pada foto dan video yang dilihat

Jangan mudah untuk percaya dengan foto dan video yang dilihat di media sosial ataupun di internet. Karena foto dan video tersebut bisa saja sudah dimanipulasi, diedit atau diubah demi tujuan tertentu.

  1. Baca keseluruhan isi berita

Judul dari suatu berita belum tentu bisa menjelaskan inti berita yang sebenarnya. Apalagi di media online semakin banyak judul dan deskripsi berita yang bersifat provokatif dan dibuat semenarik mungkin untuk menarik minat dan rasa penasaran dari pembaca. Sehingga sebelum memberi asumsi pada suatu berita sebaiknya melihat keseluruhan isi beritanya lebih dulu.

  1. Cari dan bandingkan dengan situs lain

Cara untuk memastikan kebenaran suatu berita ialah dengan mencari lebih dari satu sumber berita. Misal yang dapat dijadikan rujukan adalah situs berita besar, televisi, dan media massa yang sudah terbukti kredibilitasnya.

  1. Bersikap kritis

Ketika mendapatkan suatu berita, ada baiknya untuk menyaring informasi mana yang berguna dan informasi yang tidak memberi manfaat. Hal tersebut akan menjadi perlindungan yang efektif untuk terhindar dari hoaks.

Referensi:

https://www.kominfo.go.id/content/all/laporan_isu_hoaks

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Berita_bohong

https://www.puspomad.mil.id/public/doc/artikel/3/7e96eabb8d47fe18653329886eb225a7.pdf