Ceteris Paribus

Mar
2011
03

posted by on News

2 comments

Istilah diatas bukanlah salah santu mantra sihir yang terdapat pada film Harry Potter ataupun nama sebuah makanan dari restoran Perancis. Memang istilah tersebut terdengar sedikit aneh di telinga, apalagi kalau kita kita baru mengetahui bahwa istilah tersebut merupakan sebuah konsep/asumsi dasar yang terdapat pada dasar ilmu ekonomi. Ironisnya, kita sebagai insan ekonomi banyak yang tidak mengetahui arti dari istilah yang satu ini.

Ceteris Paribus adalah istilah dalam bahasa Latin, yang secara harafiah dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai “dengan hal-hal lainnya tetap sama”, dan dalam bahasa Inggris biasanya diterjemahkan sebagai “all other things being equal.”

Dalam ilmu ekonomi, istilah ceteris paribus seringkali digunakan sebagai suatu asumsi untuk menyederhanakan beragam formulasi dan deskripsi dari berbagai anggapan ekonomi.

Sebagai contoh, dapatlah dikatakan bahwa:

Harga dari daging sapi akan meningkat — ceteris paribus — bila kuantitas daging sapi yang diminta oleh pembeli juga meningkat.

Dari contoh di atas, bisa kita pahami bahwa penggunaan Ceteris Paribus adalah untuk menyatakan hubungan operasional antara harga dan kuantitas suatu barang (daging sapi). Dalam contoh di atas Ceteris Paribus hanya mengaitkan variabel “harga daging sapi” dengan satu variable, yaitu “kuantitas permintaan daging sapi” . Kondisi variabel lain kita asumsikan tetap, jika mengalami kenaikan atau penurunan maka variabel lain akan ikut berubah mengikuti apa yang diasumsikan tersebut, Ceteris Paribus. Variabel-variabel tersebut misalnya: harga barang substitusi (misalnya harga daging ayam atau daging kambing), tingkat penghindaran risiko para pembeli (misalnya ketakutan pada penyakit sapi gila), atau adanya tingkat permintaan keseluruhan terhadap suatu barang tanpa memperhatikan tingkat harganya (misalnya perpindahan masyarakat kepada vegetarianisme).

Ceteris Paribus bisa digunakan dalam penentuan kebijakan yang akan diambil untuk berbagai masalah ekonomi. Karena dengan asumsi ini kita bisa lebih fokus dengan kepada pemecahan masalah yang diharapkan.

Tapi, disamping keuntungan yang bisa kita peroleh dari Ceteris Paribus, asumsi ini juga memiliki kelemahan yang sangat fatal. Hal itu dikarenakan asumsi ini hanya berfokus pada satu variabel dan menganggap variabel lainnya akan mengikuti pada variabel yang kita tentukan sebelumnya. Padahal pada kenyataannya variabel lain tersebut belum pasti sama dengan variabel yang kita tentukan sebelumnya. Sehingga akan selalu muncul masalah lain ketika kita kita telah selesai dengan masalah yang satu. Ceteris Paribus.

posted by on News

No comments

Perhatikan notebook Anda, apakah notebook Anda ada microfon atau tidak. Atau jangan-jangan Anda tidak tau letak microfon pada notebook Anda seperti yang saya alami ketika pertama kali memakai notebook saya. :D :D

Kali ini saya akan mengulas tutorial singkat mengenai aktivasi pengaturan microfon dan mengatur volume dari microfon tersebut. Pada operating system Windows, entah secara default atau tidak, namun seringnya pengaturan kontrol microfon dinonaktifkan. Jadi tidak salah juga jika Anda tidak tau dimana posisi microfon Anda karena Anda juga tidak tahu bagaimana cara menggunakan microfon itu sendiri.

Untuk mengaktifkan kontrol volume microfon berikut caranya:

- Doble klik pada volume di tray icon

- Aktifkan kontrol volume microfon

Jika diperhatikan dengan seksama, kontrol microfon belum diaktifkan. Hanya ada kontrol menu untuk: Master Volume, Wave, SW Synth, CD Player, dan PC Beep. Untuk mengaktifkannya pilih Options > Properties.

Mixer Device pastikan pada “output” (kalau dalam contoh adalah device Realtek HD Audio Output) dan Adjust volume for pada playback. Kemudian beri tanda centang pada volume control Microfon.

- Lakukan pengaturan volume Microfon pada kontrol volume microfon

Demikian tutorial singkat Mengatur Volume Microfon. Semoga bermanfaat :D

posted by on News, Tutorial

No comments

Mengetik dengan 10 jari memang tak banyak orang yang menggunakannya. Sebagian orang lebih banyak menggunakan tehniknya sendiri, apakah itu dengan dua jari atau beberapa jari sesuai kebiasaan mengetiknya.

Mengetik 10 jari sendiri memiliki banyak manfaat, tentunya apabila kita mahir mengetik dengan 10 jari maka akan lebih mempercepat kita mengetik dibanding dengan tidak menggunakan 10 jari. Karena pada dasarnya, keyboard dengan susunan QWERTY maupun susunan lain dibuat dan disesuaikan dengan jumlah jari kita yang berjumlah 10.

Mengetik dengan 10 jari tidaklah susah seperti yang dibayangkan, namun mengetik 10 jari butuh ketelatenan untuk belajar. Karena keahlian mengetik 10 jari itu muncul karena kita sering melakukannya (red. maksudnya mengetik 10 jari tersebut).

Berikut penulis sajikan beberapa situs referensi untuk belajar mengetik 10 jari yang disajikan secara online.

  • http://www.typeonline.co.uk/index.html
  • http://www.typing-lessons.org/
  • http://www.typingtutor.org/
  • http://keybr.com/
  • http://www.typingweb.com/
  • http://www.goodtyping.com/
  • http://www.sense-lang.org/typing/
  • http://typing-lessons.org/

Tak perlu mendownload software jika tak ingin repot dan sewaktu-waktu online bisa belajar mengetik. Pilih salah satu dari situs diatas, lakukan tutorial dan latihan satu demi satu sampai kita mahir untuk mengetik dengan 10 jari.

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat :D

posted by on Uncategorized

1 comment


Masih awam dengan istilah HASH? Kalau istilah kriptografi awam ga?

Kriptografi adalah seni menyembunyikan pesan terang (plaintext) menjadi pesan yang acak (ciphertext). Kriptografi merupakan bagian dari kriptologi. Selain kriptografi, kriptanalisis juga merupakan bagian dari kriptologi. Kriptanalisis merupakan usaha untuk mendapatkan plaintext dari suatu ciphertext tanpa mengetahui kuncinya. Kriptanalisis juga mengandung usaha untuk menemukan kelemahan dari suatu sistem kriptografi. Jadi perkembangan kriptanalisis juga semakin mendorong perkembangan kriptografi, dan sebaliknya.

Salah satu yang dipelajari dalam kriptografi adalah fungsi hash satu-arah (one-way hash function) yang selanjutnya disebut fungsi hash. Fungsi hash merupakan suatu fungsi h yang memetakan input x dengan panjang berapapun pada output h(x) dengan panjang tetap. Sebagai contoh adalah analisa file /etc/passwd sebagai berikut:

[root@divine ~]# cat /etc/passwd

root: $1$KzJG53$UhsMoqmTDnxn60Uc0.H2gArM:0:0:root:/root:/bin/bash
addidnugroho:$1/vCc$vhbO$gXm/OXoLBzCpzQdp0.bti1:500:500:intruder:/home/addidnugroho:/bin/bash

Analisa isi file /etc/passwd:

Di dalam file tersebut, ada 2 user yaitu root dan addidnugroho. Untuk user root, memiliki password yang telah diinkripsi secara hash dengan kode “$1$KzJG53$UhsMoqmTDnxn60Uc0.H2gArM” (jumlah 34 karakter) sedangkan user addidnugroho memiliki password yang telah diinkripsi secara hash juga dengan kode “$1/vCc$vhbO$gXm/OXoLBzCpzQdp0.bti1” (jumlah 34 karakter).

User root memiliki directory home di /root/ dan memiliki akses console di /bin/bash. Sedangkan user addidnugroho memiliki directory home di /home/addidnugroho/ dan memiliki akses console di /bin/bash.

Yang perlu diperhatikan adalah nilai hash di masing-masing user. Jumlah karakter pada hash user root dan addidnugroho adalah sama, yaitu 34 karakter. Enkripsi hash memungkinkan password sejumlah berapapun dikompresi menjadi 34 karakter tersebut.

Setelah melihat analisa diatas, berarti bahwa hash memiliki fungsi untuk mengenkripsi suatu password user agar password tidak mudah dibaca oleh pengguna, sehingga kerahasiaan password dapat terjamin.

Salah proses pendeskripsiannya yaitu ketika proses login menerima data user dan password dari pengguna, fungsi hash akan secara otomatis bergerak dan membentuk kode password secara acak. Misalnya kita memakai user addidnugroho dan passwordnya adalah “rahasia”, fungsi hash berjalan dan melakukan enkripsi password “rahasia” menjadi “$1/vCc$vhbO$gXm/OXoLBzCpzQdp0.bti1“. Kode hash yang secara acak tersebut kemudian dicocokkan dengan hash yang ada di /etc/passwd. Jika cocok, maka proses login akan berhasil, sebaliknya jika tidak maka proses login ditolak.

Semoga artikel bermanfaat :D

posted by on News

1 comment

Postingan ini bukan cerita curhat tentang si tomboy yang suka bermain basket, tapi kedua nama diatas adalah software author yang berjalan di operating system linux.

Software author yang saya maksud disini adalah, software yang dapat digunakan oleh para author untuk membantu pekerjaan mereka, yaitu menulis! Author adalah orang yang penuh ide dan kreatif, dalam bekerja mereka membutuhkan buku catatan untuk mencatat ide tersebut. Tomboy dan Basket adalah salah dua software yang memudahkan author untuk mengelola catatan-catatan kecil.

Screenshot Tomboy


Screenshot Basket

Seperti halnya One Notes di Windows, Tomboy dan Basket memiliki beberapa manfaat:

  • memudahkan author mencatat ide
  • mengumpulkan beberapa ide dan hasil, sekaligus melakukan sharing di network
  • memudahkan dalam mengumpulkan data
  • pengelolaan yang cepat, melalui ideabox
  • membuat penjadwalan “to do list”
  • dan lain sebagainya.. (Bisa dicoba sendiri)


Bagaimana cara instalasinya?
Jika ingin memasang software ini di ubuntu, mudah saja dalam melakukan penginstalan.

Cara install untuk aplikasi Tomboy
# apt-get install tomboy

Cara install untuk aplikasi Basket
# apt-get install basket

Usut punya usut, untuk aplikasi tomboy sudah dapat digunakan di operating system Windows. Silakan download disini jika ingin mencobanya:

http://projects.gnome.org/tomboy/download.html

Sedangkan aplikasi basket, sepertinya belum ada untuk versi yang windows.

Sekian, sekilas info software author.  Semoga bermanfaat :D

Page optimized by WP Minify WordPress Plugin